Jika pada suatu malam kau melihat aku tersesat di belantara kota, jangan bicara pada siapapun. Malam hanya ingin teman. Ia kehabisan waktu mengurus anak yang menangis di dalamnya. Penjaja kopi menawarkan susu hangat pada anaknya. Matanya menyala ke arah lampu jalan yang menerangi, aku: turis asing yang terpisah dari para penggembala. Di tengah kota kau tak bisa melihat ayunan dan tanah lapang kita berdua. Hanya istana, rumah yang kurang ramah untuk kita. Tiket masuk ku terbang saat kau mengambil foto di depan pagar. Malam ini, saat kau sedang sibuk mencari tiket untuk kekasihmu. Kau tak sengaja membakar ingatan yang ditangkap kamera. Bangku kota menunggu diduduki sepasang adam hawa kebingungan. Aku lebih senang duduk di teras istana. Kopi yang ku pesan lebih bersahabat dengan langit hitam. Ramalan cuaca hari ini : Langit malam sangat cerah, benda langit kasat dalam bola mata manusia : bulan, bintang dan pesawat yang memangkas jarak antar dua negara, dan, kau, tiada. Dimana-mana.
Percaya ga, kalau mau start dari nol nulis di blog tapi diawali pake intro, malah semangat nulis intronya doang. Habis itu loyo ehehe