Langsung ke konten utama

Benda Langit

Jika pada suatu malam kau
melihat aku tersesat di belantara
kota, jangan bicara pada siapapun.
Malam hanya ingin teman. Ia
kehabisan waktu mengurus anak
yang menangis di dalamnya.

Penjaja kopi menawarkan susu hangat
pada anaknya. Matanya menyala ke arah
lampu jalan yang menerangi, aku:
turis asing yang terpisah
dari para penggembala.

Di tengah kota kau tak bisa
melihat ayunan dan tanah lapang
kita berdua. Hanya istana, rumah
yang kurang ramah untuk kita.
Tiket masuk ku terbang saat kau
mengambil foto di depan pagar.

Malam ini, saat kau sedang sibuk
mencari tiket untuk kekasihmu.
Kau tak sengaja membakar ingatan
yang ditangkap kamera. Bangku kota
menunggu diduduki sepasang adam
hawa kebingungan.

Aku lebih senang duduk di teras istana.
Kopi yang ku pesan lebih
bersahabat dengan langit hitam.

Ramalan cuaca hari ini :
Langit malam sangat cerah,
benda langit kasat dalam
bola mata manusia :

bulan, bintang dan pesawat
yang memangkas jarak antar
dua negara,

dan,

kau,

tiada.

Dimana-mana.

Komentar